MENIKMATI PERJAMUAN KUDUS: PENGAJARAN PERJAMUAN KUDUS MENURUT JOHN CALVIN DAN SUMBANGSIHNYA BAGI KEHIDUPAN BERGEREJA  

Authors

  • Dr. Eddy Malkhi Megantara, M.Th. Author

Keywords:

Perjamuan Kudus, John Calvin, kehadiran rohani, union with Christ, kehidupan bergereja

Abstract

Perjamuan Kudus merupakan salah satu sakramen utama dalam kehidupan bergereja yang sering kali dipahami secara berbeda antar tradisi Kristen. Artikel ini membahas pengajaran John Calvin tentang Perjamuan Kudus sebagai “perjamuan rohani” (spiritual banquet) di mana orang percaya benar-benar mengambil bagian dalam tubuh dan darah Kristus secara rohani melalui iman dan pekerjaan Roh Kudus, tanpa kehadiran fisik lokal Kristus di dalam unsur roti dan anggur. Calvin menolak transubstansiasi Katolik Roma dan konsubstansiasi Lutheran, sekaligus menolak pandangan memorial semata seperti Zwingli. Ia menekankan bahwa Perjamuan Kudus adalah tanda dan meterai janji Injil yang menguatkan iman, memelihara union with Christ, dan menjadi sarana pertumbuhan rohani. Sumbangsihnya bagi kehidupan bergereja adalah dorongan untuk merayakan Perjamuan secara lebih sering, disertai pemeriksaan diri, serta penekanan pada aspek komunal dan penguatan iman di tengah kelemahan manusia. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan studi pustaka terhadap karya-karya utama Calvin.

Published

2025-01-01