MEMBANGUN KETANGGUHAN (RESILIENSI) PADA GENERASI Z GUNA MENGHADAΡΙ ΤΑΝΤΑNGAN GLOBAL DI ERA 5.0
Keywords:
Membangun, Resiliensi, Generasi Z, tantangan Global di era 5.0Abstract
Perkembangan Revolusi Industri 4.0 dan 5.0 membawa disrupsi besar dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam hal teknologi, sosial, dan psikologi. Perubahan ini berdampak signifikan terhadap Generasi Z, yang saat ini menjadi populasi terbesar di Indonesia. Generasi z dikenal memiliki karakteristik yang kreatif, dan dekat dengan dunia digital, namun juga rentan secara emosional dan spiritual, sehingga kerap disebut sebagai "Generasi Strawberry". Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi pustaka untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya tingkat resiliensi pada Generasi Z serta strategi efektif untuk membangunnya. Data dianalisis melalui teori generasi, konsep resiliensi dari berbagai pakar seperti Garmezy, Masten, dan Yehuda. Temuan menunjukkan bahwa resiliensi bukan hanya kemampuan bertahan secara mental, tetapi juga spiritual, dan memerlukan pendekatan holistik yang mencakup dimensi psikologis, sosiologis, dan teologis. Dalam perspektif iman Kristen, resiliensi dibentuk melalui pengenalan identitas sebagai ciptaan Allah, pemaknaan terhadap penderitaan dalam terang iman, serta praktik spiritual yang berkesinambungan. Dengan pendekatan ini, Generasi Z diharapkan mampu bertahan dan berkembang secara utuh menghadapi tantangan Revolusi Industri 5.0 dan menjadi generasi yang tangguh secara fisik, mental, dan rohani.