Vol. 18 No. 2 (2023): Misiologi dan Media
Pembahasan dalam jurnal bertema Misiologi dan Media berangkat dari satu gagasan kunci: misi gereja tidak lagi bergerak dalam ruang yang sama seperti sebelumnya. Dalam era post-digital, cara orang berelasi, mencari informasi, dan membentuk identitas sosial sudah berubah. Jurnal-jurnal ini memetakan tantangan yang menyertai pergeseran tersebut sekaligus menunjukkan peluang baru bagi gereja untuk hadir dengan cara yang lebih kontekstual. Bahkan ketika gagasan seperti gereja metaverse muncul, inti yang ingin ditangkap tetap sama: bagaimana gereja membaca arah zaman tanpa kehilangan panggilan misinya.
Di sisi lain, jurnal-jurnal ini menyoroti sisi praktis misi gereja, mulai dari respons terhadap tantangan global dan lokal, sampai pembentukan praktik misi yang menyentuh generasi muda. Ada penekanan pada pengembangan pola penginjilan pribadi dan pemuridan generasi Z, serta pada peran gereja saat pelayanan misi harus berjalan seiring posdigitalisasi. Pembaca juga diajak memahami perubahan paradigma dan praktis misi gereja ketika Society 5.0 dan industri 4.0 memengaruhi kehidupan masyarakat, terutama di konteks Indonesia. Dengan demikian, kumpulan kajian ini terasa seperti peta arah dan strategi sekaligus: sebuah ajakan agar gereja tidak hanya memahami perubahan media, tetapi juga mengolahnya menjadi gerakan misi yang relevan, berkelanjutan, dan tetap berakar pada misi Allah.