PERJAMUAN KUDUS VIRTUAL DI RUMAH ANGGOTA JEMAAT: ANALISIS ALKITABIAH TENTANG KEHADIRAN ALLAH BERDASARKAN YOHANES 4:21-24
Keywords:
Perjamuan Kudus virtual, kehadiran Allah, Yohanes 4:21-24, penyembahan dalam roh dan kebenaran, eklesiologi digital, Roh Kudus, pandemi COVID-19Abstract
Pandemi COVID-19 telah memaksa gereja-gereja di Indonesia untuk berinovasi dalam pelayanan rohani, termasuk perayaan Perjamuan Kudus secara virtual di rumah anggota jemaat. Praktik ini memunculkan pertanyaan teologis mendalam mengenai kehadiran Allah dalam sakramen yang dilakukan tanpa kehadiran fisik bersama. Penelitian ini menganalisis secara eksegetis dan teologis Yohanes 4:21-24 sebagai landasan alkitabiah. Teks ini menegaskan bahwa penyembahan sejati kepada Bapa tidak lagi terikat pada tempat fisik tertentu seperti gunung Gerizim atau Yerusalem, melainkan dilakukan “dalam roh dan kebenaran” karena Allah adalah Roh.[1] Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini menyimpulkan bahwa kehadiran Allah dalam Perjamuan Kudus virtual tetap nyata dan efektif melalui karya Roh Kudus, selama jemaat mendekat dengan iman yang tulus dan hati yang benar. Praktik virtual tidak mengurangi esensi sakramen, melainkan memperluas aksesibilitas anugerah Allah di era digital tanpa menggantikan sepenuhnya nilai persekutuan fisik. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan eklesiologi digital dan praktik liturgi gereja di Indonesia pascapandemi.[2]
[1]Alkitab Terjemahan Baru (TB). Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 1974.
[2]Hakh, Samuel Benyamin. “Perjamuan Kudus Virtual di Rumah Anggota Jemaat: Analisis Alkitabiah tentang Kehadiran Allah berdasarkan Yohanes 4:21-24.” DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 5, no. 2 (2021): 460-480. https://doi.org/10.30648/dun.v5i2.524.