FIRMAN ALLAH SEBAGAI OTORITAS TERTINGGI BAGI ORANG PERCAYA DALAM PENGAJARAN GEREJA SERI TEOLOGI SISTEMATIKA 1  

Authors

  • Pidel Kastro, M.Th, Author

Keywords:

Alkitab Otoritas Tertinggi Bagai Orang Percaya

Abstract

Alkitab, sebagai wahyu tertulis Allah yang diilhamkan, memiliki otoritas tertinggi (supreme authority) yang mutlak dan final bagi kehidupan iman orang percaya dan pengajaran gereja. Di tengah relativisme postmodern, gereja dipanggil untuk menjunjung tinggi Sola Scriptura, di mana Firman Allah menjadi penentu utama dalam teologi, etika, dan praktik gerejawi. Artikel ini membahas landasan teologis otoritas Alkitab, signifikansinya dalam pengajaran gereja, serta implikasi praktisnya.

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang: pentingnya Alkitab atau Firman Allah sebagai otoritas tertinggi bagi setiap orang percaya yang dijujung tinggi dalam sebuah pengajaran Gereja. Manfaatnya di dalam penelitian ini adalah untuk meyakinkan atau memberikan suatu kepastian kepada setiap orang Kristen, khususnya bagi para mahasiswa dan hamba Tuhan serta selaku pengajar umat Allah di gereja untuk memberi nilai kehidupan, meninggikan dan menjadikan Alkitab sebagai satu-satunya acuan dalam setiap pengajaran di dalam gereja maupun di intansi pnedidikan teologi. Karena Alkitab menjadi pendoman tertinggi untuk memenuhi apa yang diperlukan oleh manusia untuk keselamatannya.

Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini ialah jenis penelitian normatif atau studi kepustakaan. Jenis pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan teologis, pendekatan historis, pendekatan hermeneutik.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: seluruh  Alkitab (PL dan PB yang terdiri dari 66 kitab) yang telah dikanonkan adalah perkataan Allah, yang diilhamkan dari Allah, sehingga dengan tepat dikatakan Kitab Suci atau Alkitab adalah Firman Allah. Alkitab sungguh benar sepenuhnya dan dapat dipercaya kebenarannya. Alkitab datang dari Allah, karena itu Alkitab tidak menyesatkan, tidak salah dan tidak ada kemungkinan kesalahan Ineransi. Alkitab dinafaskan oleh Allah sendiri, sehingga dapat di mengerti bagi manusia. Sehingga Alkitab tidak pernah mengajarkan sebuah kekeliruan bagi manusia atau dapat di katakan dalam istilah lain Infalibilitas. Justru sebalikanya seperti yang termuat dalam 2 Timotus 3: 16 yang memberikan bayak pengajaran dalam hal perbaikan kelakuan dan didikan dalam kebenaran, termasuk dalam menyatakan kesalahan.

Kesimpulan penelitian ini ialah bahwa Alkitab selayaknya dapat dijunjung tinggi dalam setiap kehidupan, pemikiran serta perilaku dalam kehidupan orang percaya dalam hidup bermsayarakat sehingga kehidupan kekristenan menjadi sebuah surat yang selayaknya dapat di baca oleh semua orang.

Downloads

Published

2026-08-06